2.1 Metode ekuitas dan Metode Beban
Akuntansi metode ekuitas berdasarkan PSAK No. 4 pada dasarnya adalah akuntansi akrual untuk investasi ekuitas yang memungkinkan perusahaan investor menggunakan pengaruh yang signifikan terhadap perusahaan investi. Berdasarkan metode ekuitas, investasi dicatat pada biaya perolehan dan disesuaikan dengan keuntungan, kerugian dan deviden. Perusahaan investor melaporkan bagian miliknya yang menjadi keuntungan perusahaan investi sebagai pendapatan investasi dan bagian bebannya dari kerugian perusahaan investi sebagai kerugian investasi. Rekening investasi ditambah dengan pendapatan investasi dan dikurangi dengan kerugian investasi. Dividen yang diterima dari perusahaan investi adalah disinvestasi berdasarkan metode ekuitas, dan dividen tersebut dicatat sebagai pengurang rekening investasi. Maka pendapatan investasi pada metode ekuitas merefleksikan bagian investor atas laba bersih perusahaan investi, dan rekening investasi merefleksikan bagian investor atas aktiva bersih investi.
Akuntansi metode ekuitas berdasarkan PSAK No. 4 pada dasarnya adalah akuntansi akrual untuk investasi ekuitas yang memungkinkan perusahaan investor menggunakan pengaruh yang signifikan terhadap perusahaan investi. Berdasarkan metode ekuitas, investasi dicatat pada biaya perolehan dan disesuaikan dengan keuntungan, kerugian dan deviden. Perusahaan investor melaporkan bagian miliknya yang menjadi keuntungan perusahaan investi sebagai pendapatan investasi dan bagian bebannya dari kerugian perusahaan investi sebagai kerugian investasi. Rekening investasi ditambah dengan pendapatan investasi dan dikurangi dengan kerugian investasi. Dividen yang diterima dari perusahaan investi adalah disinvestasi berdasarkan metode ekuitas, dan dividen tersebut dicatat sebagai pengurang rekening investasi. Maka pendapatan investasi pada metode ekuitas merefleksikan bagian investor atas laba bersih perusahaan investi, dan rekening investasi merefleksikan bagian investor atas aktiva bersih investi.
2.2 Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan perubahan ekuitas
menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama
periode yang bersangkutan. Perusahaan harus menyajikan laporan perubahan
ekuitas sebagai komponen utama laporan keuangan, yang menunjukan (PSAK No.1
Paragraf 66, Revisi 2009) :
Ø Setiap pos pendapatan dan beban, keuntungan atau
kerugian besertajumlahnya yang berdasarkan PSAK terkait diakui secara langsung
dalam ekuitas,
Ø pengaruh komulatif dari perubahan
kebijakan akuntansi dan perbaikan terhadap kesalahan mendasar sebagaimana diatur
dalam PSAK terkait,
Ø transaksi modal dengan pemilik dan
distribusi kepada pemilik,
Ø saldo akumulasi laba atau rugi pada
awal dan akhir periode serta perubahan,
Ø frekonsiliasi antar nilai tercatat
dari masing-masing jenis modal saham, agio dan cadangan pada awal dan akhir
periode yang mengungkapkan secara terpisah setiap perubahan. Laporan perubahan
ekuitas, kecuali untuk perubahan yang berasal dari transaksi dengan pemegang saham seperti
setoran modal dan pembayaran dividen,
menggambarkan jumlah keuntungan dan kerugian yang berasal dari
kegiatan perusahaan selama periode yang
bersangkutan.
Berdasarkan metode biaya, investasi
dalam saham biasa dicatat pada biayanya, dan dividen dari laba berikutnya
dilaporkan sebagai pendapatan dividen. Ada suatu pengecualian, dividen yang
diterima melebihi bagian laba investor setelah saham diperoleh, dianggap
sebagai pengembalian modal (atau likuidasi dividen) dan dicatat sebagai
pengurang terhadap rekening investasi.
Pencatatan dengan Metode Ekuitas :
1. Laba
perusahaan anak
Investasi saham perusahaan anak xxx
Laba-rugi xxx
(% kepemilikan x laba perusahaan anak)
2. Rugi
perusahaan anak
Laba-rugi xxx
Investasi saham perusahaan
anak xxx
(% kepemilikan x rugi perusahaan anak)
3. Dividen perusahaan
anak
Piutang dividen/kas xxx
Investasi saham perusahaan
anak xxx
(% kepemilikan x dividen perusahaan
anak)
Amortisasi Goodwill = 1 Th x Rp. 20.000/20 thn)
= Rp.
1.000
NB Goodwill = Rp. 20.000 – Rp. 1.000
= Rp.
19.000
2003 HP Rp. 147.500
NB 75%
x (260-90) Rp. 127.500
Goodwill Rp.
20.000
Amortisasi Goodwill = 2 Th x Rp. 20.000/20 thn)
= Rp.
2.000
NB Goodwill = Rp. 20.000 – Rp. 2.000
= Rp.
18.000
Jurnal
05/12/2002 Piutang Dividen Rp.
22.500
Investasi Saham PT.
B Rp. 22.500
(75% x dividen PT. B Rp.
30.000)
20/12/2002 Kas Rp.
22.500
Piutang dividen Rp. 22.500
(75% x dividen PT. B Rp.
30.000)
31/12/2002 Investasi Saham PT. B Rp. 37.500
Laba Rugi Rp. 37.500
(75% x laba PT. B Rp. 50.000)
31/12/2003 Laba rugi Rp. 7.500
Investasi Saham PT.
B Rp. 7.500
(75% x rugi PT. B Rp. 10.000)
Perubahan Investasi
Saham pada PT. B
Investasi per
31/12/2001 Rp.
144.000
Dividen (Rp. 22.500)
Laba Rp. 37.500
Rp. 15.000
Investasi per
31/12/2002 Rp.
155.000
Rugi Rp.
7.500
Investasi per
31/12/2003 Rp.
147.500
Pencatatan dengan Metode Biaya :
1. Laba perusahaan anak
Tidak dijurnal
2. Rugi perusahaan anak
Tidak dijurnal
3. Dividen perusahaan anak
Piutang dividen/kas xxx
Pendapatan
dividen xxx
(% kepemilikan x dividen
perusahaan anak)
teks..
BalasHapus